semua punya cerita, semua bisa bercerita
Cuma Tempat Cerita
Kamis, 14 Agustus 2025
Hari Pertama Dikematianku
Jumat, 09 Desember 2022
Kotak
Bukan,
Bukan kotak yang mewah,
Bukan kotak yang merdeka,
Bukan kotak yang menyenangkan,
Bahkan sangat jauh kalo dibilang kotak yang nyaman.
Tapi kenapa bisa sejauh ini?
Bahkan memilih untuk datang kembali
Jelas karena isinya
Isi dari kotak itu
Tawa candanya
Rencana rencananya
Kejahilannya
Apapun
Keluhnya
Kesalnya
Marahnya
Bahkan tangisnya
Lantas tiba tiba "pufft"
Hambar
Seperti petir di siang hari
Mengejutkan juga menyedihkan
Kaget sebagian isi dikotak itu terpaksa dibuang
Entah apa
Pembersihan kotak atau mungkin...
Hanyut sebab keran air basuh tangan terlalu deras dibuka
Jumat, 02 Desember 2022
Playing Letters with e-Mail
Menurutmu
Apa hal yang paling menyenangkan untuk dirindukan?
Orangnya? Karakternya? Personalnya? Atau sekedar
kenangannya
Jelas kenangannya bukan, karena tidak semua orang layak
untuk dirindukan
Apalagi diharapkan
Memang bermain dengan angan itu beresiko
Kau dibawa terbang dengan semua keindahan yang semu
Lantas mati ditikam oleh kenyataan yang datang menyerbu
Kau tau apa yang lebih lengket dari lem perekat?
Yups betul
Sebuah momen yang terjadi tanpa direncanakan tapi tak mau lepas dari inti ingatan
Bak sebuah relief disebuah dinding otak dengan ornamen
yang sangat indah
Kenangan itu memilih menetap dan tak mau pergi dari situ
Seloah mau membuat kerajaan dan mengusai isi kepalaku
Tapi itu sudah lewat dan menjadi masa lalu bukan?
Sekarang aku harus menjalani hari hari seperti biasa lagi
Sampai aku sepakat dengan bung fiersa besari
Mungkin semesta ikut bermain peran
Dan kita memang hanya dipertemukan dan bukan untuk
dibersamakan
Menyakitkan memang, tapi begitu realitanya
Kau berdoa kepada sang Maha untuk dipertemukan dengan si
jawaban atas segala pertanyaan
Namun kita dipertemukan hanya sebagai ingatan
Bukan satu kesatuan
Ah sial
Sepertinya aku terjebak dalam imajinasiku sendiri
Mengagumimu tanpa henti
Hingga jatuh hati dengan tak tau diri.
Senin, 10 Oktober 2022
Pendo(s)a
Perkenalkan ini aku
Satu dari sekian banyak makhluk yg sudah sangat merindu
Tak banyak yang bisa ku lakukan
Rasanya sangat menggebu
Berdetak memberontak jantung yang semakin kelabu
Diiringi perasaan yang kian tak menentu
Gelisah mencerna rasa
Tapi tak tahu arahnya kemana
Jadi apa perasaan ini?
Rindu tapi tak pernah bertemu
Hampa karena tak pernah jumpa
Apakah layak semua ini?
Tak banyak yang bisa ku lakukan
Kecil usaha yang ku kerjakan jumpa denganmu
Malu jika harus berkata bahwa sejatinya semakin lama
semakin membara
Bagaimana mungkin pendosa sepertiku bisa memelukmu
Tapi dirimu tetap dirimu
Memberikan contoh lewat tindakan
Menawarkan tanpa paksaan
Pun jika satu saja doaku terkabul
Inginku memeluk dan mencium dirimu
Semoga salam dan doaku sampai kepadamu.
Minggu, 26 Juni 2022
No Sugar
Tidak mengapa
Sejatinya kita
sudah berusaha
Tidak semua harus
sama dengan angan angan kita
Dan beberapa hal
tidak seperti apa yang kita rencanakan
Lelah
Wajar kok lelah
Berjalan tanpa arah dan tujuan
Berharap sampai tapi ujung jalan tak kunjung terlihat
Istirahat lah sejenak
Bersandar bukan berhenti mengejar
Rasakanlah
Resapi dan nikmati semuanya
Sedih, kecewa, pahit, dan apapun rasanya
Karena hidup tak melulu tentang manis dan bahagia.
Senin, 31 Januari 2022
Menguati Januari
Bagaimana?
Masih tetap dengan harapan baru yang kau ucapkan dimalam itu?
Masih teguhkan idealis idealis yang tak dibarengi realistis?
Atau masih dengan angan angan yang tak kunjung menuju kemenangan?
Tak apa, tenang saja, dan santai saja
Ini perkara diri sendiri,
Bukan ajang lomba lari
Melihat mereka sudah berada digaris finish
Bukan sebuah alasan untuk berhenti dan membiarkan tangis
Apapun itu, cinta ataupun cita cita
Semua sama saja karena tujuannya adalah mencapai rasa bahagia
Ambil langkah yang kau inginkan
Tetapi jangan lupa dengan resiko yang perlu diperhitungkan
Kita sama sama belum mengerti apa tujuan dari semua ini
Masa depan atau bahagia? Atau keduanya
Sepertinya kita terlalu terburu buru “sok”
berjuang
Padahal hidup, bahagia, dan masa depan belum bisa kita definisikan
Tulis ulang lagi apa yang kau cari
Setidaknya agar jelas semua yang dijalani
Sebab bagaimana ingin mencapai tuju
Jika kita tak tau kemana kaki ini harus menuju
Santai saja ini baru akhir Januari
Bukan akhir dari setiap inti.
Jumat, 07 Januari 2022
Ssshhhhhh!
“Berharap memang
gratis dan mudah
Kau bisa menghambur hamburkan harapan dikepalamu
Tapi butuh
keberanian untuk merealisasikannya
Karena kau
tak ingin melihat isi kepalamu meledak
Dengan semua
harapan yang berserakan, kan?”
Untukmu, gadis yang aku lihat
saat hari raya kedua umat muslim. Aku akan sedikit bercerita tentangmu kali
ini. Aku memang tak sepemberani itu untuk langsung berkenalan denganmu, mungkin
pengecut adalah sandingan yang tepat untukku saat itu, hanya berani melihatmu
dari kejauhan dan sekedar bertanya sedikit tentangmu kepada temanku. Kau lewat
didepanku bersama teman temanmu, entah apa sebenarnya yang terjadi? .
Aneh rasanya seorang “aku” yang
gak pernah percaya pada pandangan
pertama seperti cerita cerita dalam serial FTV di media mainstream, tiba tiba tertarik dengan sosok “kamu” yang bahkan aku
gatau siapa kamu, aku buta apapun tentang mu saat itu, benar benar buta. Entah
kenapa dengan logika berfikirku saat itu, tertarik untuk membangun chemistry dengan seseorang yang aku
benar benar tidak mengenalnya. Tapi setelah sosokmu belok dipersimpangan jalan,
imajinasiku tentang bersamamu ikut hilang, aku kembali berbincang dengan teman
temaku saat itu.
Ya, mungkin aku tidak percaya
diri seperti kebanyakan laki laki, jangankan berfikir untuk berkenalan,
terbesit untuk sekedar bertemu denganmu lagi pun aku tak berani, rasanya tak
mungkin, bahkan mustahil untukku. Tapi entah apa yang membawaku saat itu hingga
sampai kembali dipertemukan olehmu, dihari sebelum ulang tahunmu, entah aku
lupa tanggal berapa? bulan agustus saat itu. Aku kebetulan bertemu dengan teman
kecilku dulu yang kebetulan mengenalmu saat ini. Awalnya hanya perbincangan
mengenang masa masa kecil dulu, saling tanya kabar, mengenang masa lalu, dan
basa basi lainnya. Kau didalam dan aku diluar, saat itu lawan bicaraku memang
teman kecilku, tapi mataku tertuju padamu, objek yang saat itu membuatku berfikir
bahwa apakah kita bisa kenal lebih dekat, atau lebih jauh dari itu, apakah aku
bisa menjadi orang yang tepat untukmu bercerita tentang beratnya harimu, dan
juga beberapa apakah apakah lainnya yang memenuhi kepalaku.
Byurrrr, teman temanmu menyirammu, salah satu cara perayaan disini
dengan mengerjai yang berulang tahun. Macam macam, ada yang sekedar disiram air
biasa, ada juga yang sampai disirami dengan bermacam macam barang seperti
telur, terigu, bahkan air kotor. Entah siapa yang memulai kebiasaan ini tapi
bagiku ini tidak membuat kesan yang bagus untuk siapapun.
Mari kembali untuk mengagumimu,
saat kamu dan beberapa temanmu saling siram, aku mengambil posisi menjauh dari
keramaian teman temanmu, memilih duduk dan melewati keasikan itu, yak tepatnya
melihat senyum dan bahagia dari wajahmu. Ketika semuanya usai, seperti manusia
manusia pada umumnya, menyimpan momen dalam sebuah memori kepala saja rasanya
tak cukup, perlu adanya pengabadian momen atau sesi foto foto layaknya remaja
kekinian. Aku menawarkan diri untuk menjadi tukang fotomu bersama teman temanmu
malam itu, sejujurnya aku ingin ikut berfoto, berdua, mendampingimu. Tapi khayalan
Cuma khayalan, dimatamu aku hanyalah orang baru saat itu.
Selesai lah malam itu yang
ditutup dengan ucapan selamat tinggal yang belum terucapkan. Ragamu memang
sudah pulang, tapi bayangmu terlanjur tak mau pulang dan menjajah isi kepalaku.
Ah sepertinya aku hanya kagum dengan matamu. Atau lebih tepatnya “all about
you”. Sialnya aku pulang membawa bayangan, bukan nomor telponmu waktu itu. Semoga
ada malam malam selanjutnya, bukan kan berharap masih gratis, jadi tak apa
rasanya jika aku hambur hamburkan semua harapanku untukmu.