Senin, 29 Juni 2026

Menurutku

Menurutku, 
Kita, manusia 
Semua mau menjadi Ranger merah, 
Semua mau menjadi matahari, 
Semua mau jadi tokoh utama. 
Sebagian melakukan itu secara terang terangan
Sebagian lainnya dilakukan dalam benak pikiran dan hayalan. 

Kadang lupa jika, 
Dikacamata manusia lain kita ya cuma figuran, cuma pelengkap, bahkan sering hadir sebagai bajingan, tokoh jahat. 
 
Dan seringnya kita lupa bahwa kita semua menggunakan kacamata masing masing.

Yaa tapi itu menurutku, belum tentu bener juga kan? 

Gak salah kok sesekali pinjam kacamata orang sekitar. 
Biar ga jadi Tuhan. 

Kamis, 14 Agustus 2025

Hari Pertama Dikematianku

Pagi itu sama seperti biasanya
Hari itu dimulai ketika matahari mulai mengintip dari Timur
Kesibukan manusia seperti hal template pada umumnya
Yang berbeda kali ini hanya, 
Aku yang sudah tiada
Dan itu adalah hari pertama dunia tanpa diriku

Entah bagaimana aku membayangkan hari itu
Tapi menurutku, ini yang akan terjadi
Saat hari pertama setelah kematianku

Entah cerah atau mendung, 
Harusnya pagi itu cerah
Kenapa harus cerah? 
Ya, aku menginginkannya

Semua orang melakukan kesibukannya
Sebagian dari mereka masih dalam kesedihan
Mengingat aku yang telah pergi duluan
Terlihat dari mata mereka yang masih sembab karna tangisan
Salah satu hal yang aku sedihkan jika nanti ku pergi duluan
Sebab tak pernah menyenangkan jika aku jadi penyebab kesedihan, 
Termasuk kematian

Dipagi pertama setelah kematianku
Aku harap aku bisa dijadikan pembelajaran
Kenapa harus dijadikan pembelajaran? 
Itu artinya aku bermanfaat, 
Setidaknya untuk mereka yang melihat

Dipagi pertama setelah kematianku
Jika mamah masih hidup
Aku hanya ingin dia tau bahwa aku sangat menyayanginya
Ya, dengan caraku sendiri
Aku berharap, mamah selalu disayangi oleh orang orang yang "katanya" Juga menyayangiku

Dipagi pertama setelah kematianku
Teman temanku
Aku ingin mereka tau bahwa mereka bukan sekedar teman ku
Mereka hidup ku
Hidup dan cerita kita tak ikut mati bersamaku

Dipagi pertama setelah kematianku
Orang yang aku cintai saat itu entah siapa
Tapi yang pasti, aku mencintainya. 




Jumat, 09 Desember 2022

Kotak

Bukan, 

Bukan kotak yang mewah, 

Bukan kotak yang merdeka, 

Bukan kotak yang menyenangkan, 

Bahkan sangat jauh kalo dibilang kotak yang nyaman.

Tapi kenapa bisa sejauh ini?

Bahkan memilih untuk datang kembali

Jelas karena isinya

Isi dari kotak itu

Tawa candanya

Rencana rencananya

Kejahilannya

Apapun

Keluhnya

Kesalnya

Marahnya

Bahkan tangisnya

Lantas tiba tiba "pufft"

Hambar

Seperti petir di siang hari

Mengejutkan juga menyedihkan

Kaget sebagian isi dikotak itu terpaksa dibuang

Entah apa

Pembersihan kotak atau mungkin...

Hanyut sebab keran air basuh tangan terlalu deras dibuka

Jumat, 02 Desember 2022

Playing Letters with e-Mail

Menurutmu

Apa hal yang paling menyenangkan untuk dirindukan?

Orangnya? Karakternya? Personalnya? Atau sekedar kenangannya

Jelas kenangannya bukan, karena tidak semua orang layak untuk dirindukan

Apalagi diharapkan

Memang bermain dengan angan itu beresiko

Kau dibawa terbang dengan semua keindahan yang semu

Lantas mati ditikam oleh kenyataan yang datang menyerbu

Kau tau apa yang lebih lengket dari lem perekat?

Yups betul

Sebuah momen yang terjadi tanpa direncanakan tapi tak mau lepas dari inti ingatan

Bak sebuah relief disebuah dinding otak dengan ornamen yang sangat indah

Kenangan itu memilih menetap dan tak mau pergi dari situ

Seloah mau membuat kerajaan dan mengusai isi kepalaku

Tapi itu sudah lewat dan menjadi masa lalu bukan?

Sekarang aku harus menjalani hari hari seperti biasa lagi

Sampai aku sepakat dengan bung fiersa besari

Mungkin semesta ikut bermain peran

Dan kita memang hanya dipertemukan dan bukan untuk dibersamakan

Menyakitkan memang, tapi begitu realitanya

Kau berdoa kepada sang Maha untuk dipertemukan dengan si jawaban atas segala pertanyaan

Namun kita dipertemukan hanya sebagai ingatan

Bukan satu kesatuan

Ah sial 

Sepertinya aku terjebak dalam imajinasiku sendiri

Mengagumimu tanpa henti

Hingga jatuh hati dengan tak tau diri.

Senin, 10 Oktober 2022

Pendo(s)a

Perkenalkan ini aku

Satu dari sekian banyak makhluk yg sudah sangat merindu

Tak banyak yang bisa ku lakukan

Rasanya sangat menggebu

Berdetak memberontak jantung yang semakin kelabu

Diiringi perasaan yang kian tak menentu

Gelisah mencerna rasa

Tapi tak tahu arahnya kemana

Jadi apa perasaan ini?

Rindu tapi tak pernah bertemu

Hampa karena tak pernah jumpa

Apakah layak semua ini?

Tak banyak yang bisa ku lakukan

Kecil usaha yang ku kerjakan jumpa denganmu

Malu jika harus berkata bahwa sejatinya semakin lama semakin membara

Bagaimana mungkin pendosa sepertiku bisa memelukmu

Tapi dirimu tetap dirimu

Memberikan contoh lewat tindakan

Menawarkan tanpa paksaan

Pun jika satu saja doaku terkabul

Inginku memeluk dan mencium dirimu

Semoga salam dan doaku sampai kepadamu.

Minggu, 26 Juni 2022

No Sugar

Tidak mengapa

Sejatinya kita sudah berusaha

Tidak semua harus sama dengan angan angan kita

Dan beberapa hal tidak seperti apa yang kita rencanakan

Lelah

Wajar kok lelah

Berjalan tanpa arah dan tujuan

Berharap sampai tapi ujung jalan tak kunjung terlihat

Istirahat lah sejenak

Bersandar bukan berhenti mengejar

Rasakanlah

Resapi dan nikmati semuanya

Sedih, kecewa, pahit, dan apapun rasanya

Karena hidup tak melulu tentang manis dan bahagia.

 

 


Senin, 31 Januari 2022

Menguati Januari

 

Bagaimana?

Masih tetap dengan harapan baru yang kau ucapkan dimalam itu?

Masih teguhkan idealis idealis yang tak dibarengi realistis?

Atau masih dengan angan angan yang tak kunjung menuju kemenangan?

Tak apa, tenang saja, dan santai saja

Ini perkara diri sendiri,

Bukan ajang lomba lari

Melihat mereka sudah berada digaris finish

Bukan sebuah alasan untuk berhenti dan membiarkan tangis

Apapun itu, cinta ataupun cita cita

Semua sama saja karena tujuannya adalah mencapai rasa bahagia

Ambil langkah yang kau inginkan

Tetapi jangan lupa dengan resiko yang perlu diperhitungkan

Kita sama sama belum mengerti apa tujuan dari semua ini

Masa depan atau bahagia? Atau keduanya

Sepertinya kita terlalu terburu buru “sok” berjuang

Padahal hidup, bahagia, dan masa depan belum bisa kita definisikan

Tulis ulang lagi apa yang kau cari

Setidaknya agar jelas semua yang dijalani

Sebab bagaimana ingin mencapai tuju

Jika kita tak tau kemana kaki ini harus menuju

Santai saja ini baru akhir Januari

Bukan akhir dari setiap inti.