Kamis, 14 Agustus 2025

Hari Pertama Dikematianku

Pagi itu sama seperti biasanya
Hari itu dimulai ketika matahari mulai mengintip dari Timur
Kesibukan manusia seperti hal template pada umumnya
Yang berbeda kali ini hanya, 
Aku yang sudah tiada
Dan itu adalah hari pertama dunia tanpa diriku

Entah bagaimana aku membayangkan hari itu
Tapi menurutku, ini yang akan terjadi
Saat hari pertama setelah kematianku

Entah cerah atau mendung, 
Harusnya pagi itu cerah
Kenapa harus cerah? 
Ya, aku menginginkannya

Semua orang melakukan kesibukannya
Sebagian dari mereka masih dalam kesedihan
Mengingat aku yang telah pergi duluan
Terlihat dari mata mereka yang masih sembab karna tangisan
Salah satu hal yang aku sedihkan jika nanti ku pergi duluan
Sebab tak pernah menyenangkan jika aku jadi penyebab kesedihan, 
Termasuk kematian

Dipagi pertama setelah kematianku
Aku harap aku bisa dijadikan pembelajaran
Kenapa harus dijadikan pembelajaran? 
Itu artinya aku bermanfaat, 
Setidaknya untuk mereka yang melihat

Dipagi pertama setelah kematianku
Jika mamah masih hidup
Aku hanya ingin dia tau bahwa aku sangat menyayanginya
Ya, dengan caraku sendiri
Aku berharap, mamah selalu disayangi oleh orang orang yang "katanya" Juga menyayangiku

Dipagi pertama setelah kematianku
Teman temanku
Aku ingin mereka tau bahwa mereka bukan sekedar teman ku
Mereka hidup ku
Hidup dan cerita kita tak ikut mati bersamaku

Dipagi pertama setelah kematianku
Orang yang aku cintai saat itu entah siapa
Tapi yang pasti, aku mencintainya. 




Jumat, 09 Desember 2022

Kotak

Bukan, 

Bukan kotak yang mewah, 

Bukan kotak yang merdeka, 

Bukan kotak yang menyenangkan, 

Bahkan sangat jauh kalo dibilang kotak yang nyaman.

Tapi kenapa bisa sejauh ini?

Bahkan memilih untuk datang kembali

Jelas karena isinya

Isi dari kotak itu

Tawa candanya

Rencana rencananya

Kejahilannya

Apapun

Keluhnya

Kesalnya

Marahnya

Bahkan tangisnya

Lantas tiba tiba "pufft"

Hambar

Seperti petir di siang hari

Mengejutkan juga menyedihkan

Kaget sebagian isi dikotak itu terpaksa dibuang

Entah apa

Pembersihan kotak atau mungkin...

Hanyut sebab keran air basuh tangan terlalu deras dibuka

Jumat, 02 Desember 2022

Playing Letters with e-Mail

Menurutmu

Apa hal yang paling menyenangkan untuk dirindukan?

Orangnya? Karakternya? Personalnya? Atau sekedar kenangannya

Jelas kenangannya bukan, karena tidak semua orang layak untuk dirindukan

Apalagi diharapkan

Memang bermain dengan angan itu beresiko

Kau dibawa terbang dengan semua keindahan yang semu

Lantas mati ditikam oleh kenyataan yang datang menyerbu

Kau tau apa yang lebih lengket dari lem perekat?

Yups betul

Sebuah momen yang terjadi tanpa direncanakan tapi tak mau lepas dari inti ingatan

Bak sebuah relief disebuah dinding otak dengan ornamen yang sangat indah

Kenangan itu memilih menetap dan tak mau pergi dari situ

Seloah mau membuat kerajaan dan mengusai isi kepalaku

Tapi itu sudah lewat dan menjadi masa lalu bukan?

Sekarang aku harus menjalani hari hari seperti biasa lagi

Sampai aku sepakat dengan bung fiersa besari

Mungkin semesta ikut bermain peran

Dan kita memang hanya dipertemukan dan bukan untuk dibersamakan

Menyakitkan memang, tapi begitu realitanya

Kau berdoa kepada sang Maha untuk dipertemukan dengan si jawaban atas segala pertanyaan

Namun kita dipertemukan hanya sebagai ingatan

Bukan satu kesatuan

Ah sial 

Sepertinya aku terjebak dalam imajinasiku sendiri

Mengagumimu tanpa henti

Hingga jatuh hati dengan tak tau diri.

Senin, 10 Oktober 2022

Pendo(s)a

Perkenalkan ini aku

Satu dari sekian banyak makhluk yg sudah sangat merindu

Tak banyak yang bisa ku lakukan

Rasanya sangat menggebu

Berdetak memberontak jantung yang semakin kelabu

Diiringi perasaan yang kian tak menentu

Gelisah mencerna rasa

Tapi tak tahu arahnya kemana

Jadi apa perasaan ini?

Rindu tapi tak pernah bertemu

Hampa karena tak pernah jumpa

Apakah layak semua ini?

Tak banyak yang bisa ku lakukan

Kecil usaha yang ku kerjakan jumpa denganmu

Malu jika harus berkata bahwa sejatinya semakin lama semakin membara

Bagaimana mungkin pendosa sepertiku bisa memelukmu

Tapi dirimu tetap dirimu

Memberikan contoh lewat tindakan

Menawarkan tanpa paksaan

Pun jika satu saja doaku terkabul

Inginku memeluk dan mencium dirimu

Semoga salam dan doaku sampai kepadamu.

Minggu, 26 Juni 2022

No Sugar

Tidak mengapa

Sejatinya kita sudah berusaha

Tidak semua harus sama dengan angan angan kita

Dan beberapa hal tidak seperti apa yang kita rencanakan

Lelah

Wajar kok lelah

Berjalan tanpa arah dan tujuan

Berharap sampai tapi ujung jalan tak kunjung terlihat

Istirahat lah sejenak

Bersandar bukan berhenti mengejar

Rasakanlah

Resapi dan nikmati semuanya

Sedih, kecewa, pahit, dan apapun rasanya

Karena hidup tak melulu tentang manis dan bahagia.

 

 


Senin, 31 Januari 2022

Menguati Januari

 

Bagaimana?

Masih tetap dengan harapan baru yang kau ucapkan dimalam itu?

Masih teguhkan idealis idealis yang tak dibarengi realistis?

Atau masih dengan angan angan yang tak kunjung menuju kemenangan?

Tak apa, tenang saja, dan santai saja

Ini perkara diri sendiri,

Bukan ajang lomba lari

Melihat mereka sudah berada digaris finish

Bukan sebuah alasan untuk berhenti dan membiarkan tangis

Apapun itu, cinta ataupun cita cita

Semua sama saja karena tujuannya adalah mencapai rasa bahagia

Ambil langkah yang kau inginkan

Tetapi jangan lupa dengan resiko yang perlu diperhitungkan

Kita sama sama belum mengerti apa tujuan dari semua ini

Masa depan atau bahagia? Atau keduanya

Sepertinya kita terlalu terburu buru “sok” berjuang

Padahal hidup, bahagia, dan masa depan belum bisa kita definisikan

Tulis ulang lagi apa yang kau cari

Setidaknya agar jelas semua yang dijalani

Sebab bagaimana ingin mencapai tuju

Jika kita tak tau kemana kaki ini harus menuju

Santai saja ini baru akhir Januari

Bukan akhir dari setiap inti.

Jumat, 07 Januari 2022

Ssshhhhhh!

Berharap memang gratis dan mudah

 Kau bisa menghambur hamburkan harapan dikepalamu

Tapi butuh keberanian untuk merealisasikannya

Karena kau tak ingin melihat isi kepalamu meledak

Dengan semua harapan yang berserakan, kan?”

Untukmu, gadis yang aku lihat saat hari raya kedua umat muslim. Aku akan sedikit bercerita tentangmu kali ini. Aku memang tak sepemberani itu untuk langsung berkenalan denganmu, mungkin pengecut adalah sandingan yang tepat untukku saat itu, hanya berani melihatmu dari kejauhan dan sekedar bertanya sedikit tentangmu kepada temanku. Kau lewat didepanku bersama teman temanmu, entah apa sebenarnya yang terjadi? .

Aneh rasanya seorang “aku” yang gak pernah percaya pada pandangan pertama seperti cerita cerita dalam serial FTV di media mainstream, tiba tiba tertarik dengan sosok “kamu” yang bahkan aku gatau siapa kamu, aku buta apapun tentang mu saat itu, benar benar buta. Entah kenapa dengan logika berfikirku saat itu, tertarik untuk membangun chemistry dengan seseorang yang aku benar benar tidak mengenalnya. Tapi setelah sosokmu belok dipersimpangan jalan, imajinasiku tentang bersamamu ikut hilang, aku kembali berbincang dengan teman temaku saat itu.

Ya, mungkin aku tidak percaya diri seperti kebanyakan laki laki, jangankan berfikir untuk berkenalan, terbesit untuk sekedar bertemu denganmu lagi pun aku tak berani, rasanya tak mungkin, bahkan mustahil untukku. Tapi entah apa yang membawaku saat itu hingga sampai kembali dipertemukan olehmu, dihari sebelum ulang tahunmu, entah aku lupa tanggal berapa? bulan agustus saat itu. Aku kebetulan bertemu dengan teman kecilku dulu yang kebetulan mengenalmu saat ini. Awalnya hanya perbincangan mengenang masa masa kecil dulu, saling tanya kabar, mengenang masa lalu, dan basa basi lainnya. Kau didalam dan aku diluar, saat itu lawan bicaraku memang teman kecilku, tapi mataku tertuju padamu, objek yang saat itu membuatku berfikir bahwa apakah kita bisa kenal lebih dekat, atau lebih jauh dari itu, apakah aku bisa menjadi orang yang tepat untukmu bercerita tentang beratnya harimu, dan juga beberapa apakah apakah lainnya yang memenuhi kepalaku.

Byurrrr, teman temanmu menyirammu, salah satu cara perayaan disini dengan mengerjai yang berulang tahun. Macam macam, ada yang sekedar disiram air biasa, ada juga yang sampai disirami dengan bermacam macam barang seperti telur, terigu, bahkan air kotor. Entah siapa yang memulai kebiasaan ini tapi bagiku ini tidak membuat kesan yang bagus untuk siapapun.

Mari kembali untuk mengagumimu, saat kamu dan beberapa temanmu saling siram, aku mengambil posisi menjauh dari keramaian teman temanmu, memilih duduk dan melewati keasikan itu, yak tepatnya melihat senyum dan bahagia dari wajahmu. Ketika semuanya usai, seperti manusia manusia pada umumnya, menyimpan momen dalam sebuah memori kepala saja rasanya tak cukup, perlu adanya pengabadian momen atau sesi foto foto layaknya remaja kekinian. Aku menawarkan diri untuk menjadi tukang fotomu bersama teman temanmu malam itu, sejujurnya aku ingin ikut berfoto, berdua, mendampingimu. Tapi khayalan Cuma khayalan, dimatamu aku hanyalah orang baru saat itu.

Selesai lah malam itu yang ditutup dengan ucapan selamat tinggal yang belum terucapkan. Ragamu memang sudah pulang, tapi bayangmu terlanjur tak mau pulang dan menjajah isi kepalaku. Ah sepertinya aku hanya kagum dengan matamu. Atau lebih tepatnya “all about you”. Sialnya aku pulang membawa bayangan, bukan nomor telponmu waktu itu. Semoga ada malam malam selanjutnya, bukan kan berharap masih gratis, jadi tak apa rasanya jika aku hambur hamburkan semua harapanku untukmu.