Jumat, 02 Desember 2022

Playing Letters with e-Mail

Menurutmu

Apa hal yang paling menyenangkan untuk dirindukan?

Orangnya? Karakternya? Personalnya? Atau sekedar kenangannya

Jelas kenangannya bukan, karena tidak semua orang layak untuk dirindukan

Apalagi diharapkan

Memang bermain dengan angan itu beresiko

Kau dibawa terbang dengan semua keindahan yang semu

Lantas mati ditikam oleh kenyataan yang datang menyerbu

Kau tau apa yang lebih lengket dari lem perekat?

Yups betul

Sebuah momen yang terjadi tanpa direncanakan tapi tak mau lepas dari inti ingatan

Bak sebuah relief disebuah dinding otak dengan ornamen yang sangat indah

Kenangan itu memilih menetap dan tak mau pergi dari situ

Seloah mau membuat kerajaan dan mengusai isi kepalaku

Tapi itu sudah lewat dan menjadi masa lalu bukan?

Sekarang aku harus menjalani hari hari seperti biasa lagi

Sampai aku sepakat dengan bung fiersa besari

Mungkin semesta ikut bermain peran

Dan kita memang hanya dipertemukan dan bukan untuk dibersamakan

Menyakitkan memang, tapi begitu realitanya

Kau berdoa kepada sang Maha untuk dipertemukan dengan si jawaban atas segala pertanyaan

Namun kita dipertemukan hanya sebagai ingatan

Bukan satu kesatuan

Ah sial 

Sepertinya aku terjebak dalam imajinasiku sendiri

Mengagumimu tanpa henti

Hingga jatuh hati dengan tak tau diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar