Selasa, 31 Maret 2020

Maret dan Segala Lukanya


Aku tahu, kemarin adalah bulan yang sulit
Kita,,, iya  aku dan  kamu, kita semua
Banyak tragedi yang harus kita lalui semuanya
Iya semuanya
Entah itu luka, kehilangan, bahkan ditinggalkan
Apapun itu
Ketika terjatuh
Harus bangkit lagi
Lalu tersungkur lagi
Dan akhirnya memaksa kedua kaki agar kembali berdiri
Hingga kini akhirnya
Kita bertemu dan berhasil melewatinya
Walaupun banyak yang harus dikorbankan
Peluh, keringat, serta rasa lelah, bahkan darah
Aku harap semua pengorbanan kita tidaklah sia sia
Dan kita tidak takut untuk kembali menyusun asa
Kembali menata rencana
Impian
Cita cita
Kemerdekaan
Cinta
Atau apalah yang akhirnya mereka sebut dengan masa depan
Aku tak tahu kearah mana puisi ini aku tulis
Aku juga tak tahu apakah badai ini akan reda
Aku tak tahu apa apa
Tapi aku berharap
Maret pergi bersama semua masalah dan luka kita semua

Senin, 30 Maret 2020

Sang Maha


Wahai engkau sang maha
Perkenalkan, ini aku
Manusia yang tak pernah absen untuk membuat dosa
Baik itu dosa kecil, maupun dosa besar
Tapi aku tetap hambamu
Ya hamba yang sangat kotor dihadapanmu

Saai ini
Izinkan aku bernegosiasi kepadamu
Hai sang maha
Aku tau engkau adalah dzat yang maha segalanya
Aku tahu engkau maha pemberi
Maka berilah kami sebelum kami meminta
Aku tahu engkau maha pengasih dan penyayang
Maka sayangilah kami dan jangan kau menjadi murka
Aku tahu engkau maha pengampun
Maka ampunilah kami sebelum kami bertaubat

Duhai sang maha
Aku mengerti engkau bukan maha marah
Maka janganlah kau marahi kami sebagai pendosa
Aku mengerti engkau bukan maha benci
Maka janganlah kau membenci kami yang kotor ini


Wahai sang maha
Aku tahu engkau maha mendengar
Maka hari ini
Dengarlah aku mengeluh tentang dunia
Ini tentang seluruh bumi yang seolah terisolasi
Makhluk kecilmu membuat bumi sedikit damai
Tapi menciptakan perseteruan kecil antar umat manusia
Satu kubu bicara untuk tetap dirumah
Kubu lainnya tetap pergi karena mencari nafkah

Duhai sang maha
Masjid tak bisa melakukan kegiatan baiknya lagi
Gereja tak boleh melakukan misa
Vihara dan pura sepi
Klenteng pun demikian
Sebagian dari pemeluk kepercayaan itu ingin kembali

Ayolah wahai sang maha
Perintahkan makhluk mungilmu untuk pergi dari bumi
Agar mereka yang baik tetap bisa berbuat baik
Para kepala keluarga bisa menunaikan kewajiban mereka
Tempat ibadah kembali ramai oleh suara mereka yang berdoa

Terima kasih duhai sang maha
Apapun kehendakmu
Engkau tetaplah engkau
Dengan segala ke Maha an mu.

Minggu, 29 Maret 2020

Menjadi Anda dan Saya

Mungkin, ini sebuah paragraf terakhir dalam cerita yang awalnya indah namun berakhir gundah
Aku yang terduduk dilorong sepi dan hanya ditemani suara angin
Terbayang akan siluet wajahmu yang semkain menggelapkan harapan
Terus merasakan jantung yang berdetak karena rasa penasaran

Salahkah aku yang sangat keterlaluan selalu mengharapkannya
Atau mungkin memang dia yang kini terlalu kaku jika kusebut mesra namanya
Kita yang dulu saling sapa dan bertukar cerita via social media
Sangat berbeda dengan cerita “kita”
Hmm maksudnya aku yang kini coba melawan serangkaian rasa lalu yang telah berubah menjadi masa kini

“Kita” yang tak pernah memahami lainnya
Ah, lebih tepatnya aku
Yang tak pernah mengerti kamu dan sekarang lebih baik dipanggil anda
Karena aku dan kamu itu adalah dahulu yang terlalu indah, yang kini menjadi asing dan dengan terpaksa harus menjadi anda dan saya.