Minggu, 21 Maret 2021

Hujan dan Nyanyian

 

Sebuah titik air yang jatuh bergantian

Berlomba siapa paling cepat hinggap

Menikam objek apapun dibawahnya

Besar kecil keras lunak hidup ataupun mati

Tak pandang apa, dimana, seberapa, atau bahkan siapapun engkau

Mereka akan tetap terjun menerjang semua yang menghalanginya

Terlalu besar pengharapanmu dengan puisi ini

Bukan, ini jelas bukan puisi romantis yang membahas tentang keterkaitan hujan dan nyanyian

Sekali lagi, kau terlalu cepat ambil kesimpulan bung

Huft, begini saja

Mari kita berandai andai

Bagaimana jika kata “berandai andai” benar benar terlaksana

Hukum bisa menghukum siapapun yang layak dihukum

Undang undang tidak lagi dilecehkan

Adil jujur dan juga netral

lalu apa hubungannya dengan nyanyian?

Nyanyian tetaplah nyanyian

Lebih sering menjadi pengiring

Hanya pelengkap

Karna hujan tak lengkap tanpa nyanyian

Dan hukum tak seru bila tak dinyanyikan

Selasa, 09 Maret 2021

kosong

kosong tapi tidak kosong
seperti kita menatap langit
apa yang kau lihat?
awan? matahari? merkurius? pluto? atau galaksi bima sakti?
apakah hal itu tujuan
bukankah itu sebuah hiasan mata belaka, hiasan penglihatan
lalu apa sejatinya tujuan itu?
dekat kah? nun jauh disanakah? atau apa?
atau bahkan kita sendiri adalah tujuan itu
atau kita adalah tujuan makluk lain?
membingungkan? 
hidup tak akan asik jika tak membingungkan bukan?
kosong tapi tak kosong.