Wahai engkau sang maha
Perkenalkan, ini aku
Manusia yang tak pernah absen untuk membuat dosa
Baik itu dosa kecil, maupun dosa besar
Tapi aku tetap hambamu
Ya hamba yang sangat kotor dihadapanmu
Saai ini
Izinkan aku bernegosiasi kepadamu
Hai sang maha
Aku tau engkau adalah dzat yang maha segalanya
Aku tahu engkau maha pemberi
Maka berilah kami sebelum kami meminta
Aku tahu engkau maha pengasih dan penyayang
Maka sayangilah kami dan jangan kau menjadi murka
Aku tahu engkau maha pengampun
Maka ampunilah kami sebelum kami bertaubat
Duhai sang maha
Aku mengerti engkau bukan maha marah
Maka janganlah kau marahi kami sebagai pendosa
Aku mengerti engkau bukan maha benci
Maka janganlah kau membenci kami yang kotor ini
Wahai sang maha
Aku tahu engkau maha mendengar
Maka hari ini
Dengarlah aku mengeluh tentang dunia
Ini tentang seluruh bumi yang seolah terisolasi
Makhluk kecilmu membuat bumi sedikit damai
Tapi menciptakan perseteruan kecil antar umat manusia
Satu kubu bicara untuk tetap dirumah
Kubu lainnya tetap pergi karena mencari nafkah
Duhai sang maha
Masjid tak bisa melakukan kegiatan baiknya lagi
Gereja tak boleh melakukan misa
Vihara dan pura sepi
Klenteng pun demikian
Sebagian dari pemeluk kepercayaan itu ingin kembali
Ayolah wahai sang maha
Perintahkan makhluk mungilmu untuk pergi dari bumi
Agar mereka yang baik tetap bisa berbuat baik
Para kepala keluarga bisa menunaikan kewajiban mereka
Tempat ibadah kembali ramai oleh suara mereka yang berdoa
Terima kasih duhai sang maha
Apapun kehendakmu
Engkau tetaplah engkau
Dengan segala ke Maha an mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar