Mungkin, ini
sebuah paragraf terakhir dalam cerita yang awalnya indah namun berakhir gundah
Aku yang terduduk
dilorong sepi dan hanya ditemani suara angin
Terbayang akan
siluet wajahmu yang semkain menggelapkan harapan
Terus merasakan jantung
yang berdetak karena rasa penasaran
Salahkah aku yang
sangat keterlaluan selalu mengharapkannya
Atau mungkin
memang dia yang kini terlalu kaku jika kusebut mesra namanya
Kita yang dulu saling
sapa dan bertukar cerita via social media
Sangat berbeda
dengan cerita “kita”
Hmm maksudnya aku
yang kini coba melawan serangkaian rasa lalu yang telah berubah menjadi masa
kini
“Kita” yang tak
pernah memahami lainnya
Ah, lebih tepatnya
aku
Yang tak pernah
mengerti kamu dan sekarang lebih baik dipanggil anda
Karena aku dan
kamu itu adalah dahulu yang terlalu indah, yang kini menjadi asing dan dengan
terpaksa harus menjadi anda dan saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar