Sabtu, 18 September 2021

Pukul Tiga

 

Pukul tiga dini hari, aku terbangun entah karena apa, tidak ada rasa kantuk, padahal baru memejamkan mata dua jam lalu. Beranjak dari kasur untuk segera mengambil segelas air putih. Minuman favoritku saat bangun tidur langsung menggilas keringnya tenggorokan. 

Mengingat masih terlalu pagi untuk melakukan aktifitas, sebenarnya waktu yang sangat tepat untukku kembali beranjak melanjutkan mimpiku yang sempat terganggu. Sambil kembali memperbaiki posisi rebahan aku membuka ponsel, berharap ada kabar yang mengembirakan, ya walaupun terlalu aneh, mana ada seseorang memberikan kabar baik pukul tiga pagi, tapi mungkin saja kan, misalnya seorang remaja yang memberikan kabar kepada temannya bahwa tim sepak bola yang mereka jagokan menang malam ini dalam situs taruhan online hehehe. Benar saja, tak ada kabar baik apapun, termasuk kabar darinya. Ya jujur aku berharap dia akan membalas pesanku. Walaupun aku sadar sepertinya aku terlalu cepat, untuk jatuh cinta sendirian.

“ah udahlah, kayaknya pertemuan kemarin tidak berkesan baik baginya” gerutuku sendiri sambil kembali tidur.

 Aku terbangun pukul 6 pagi, ini hari minggu, aku tidak membuat kopi sambil menikmati lintingan tembakau yang kubakar, bukan karena aku tidak merokok dan tidak ngopi, cuma sedang malas saja melakukan hal itu. entah apa yang ada dipikiraku saat ini, mempersiapkan fisik dan mencoba membangun mood untuk kembali bekerja sore nanti. Iya memang ini hari minggu, tapi restoran tidak tutup dihari minggu bukan?.

"when you get a head, a head full of dreams..."  lagu coldplay memenuhi kamarku, aku tidak begitu paham, tapi aku menikmatinya. :)

Minggu, 21 Maret 2021

Hujan dan Nyanyian

 

Sebuah titik air yang jatuh bergantian

Berlomba siapa paling cepat hinggap

Menikam objek apapun dibawahnya

Besar kecil keras lunak hidup ataupun mati

Tak pandang apa, dimana, seberapa, atau bahkan siapapun engkau

Mereka akan tetap terjun menerjang semua yang menghalanginya

Terlalu besar pengharapanmu dengan puisi ini

Bukan, ini jelas bukan puisi romantis yang membahas tentang keterkaitan hujan dan nyanyian

Sekali lagi, kau terlalu cepat ambil kesimpulan bung

Huft, begini saja

Mari kita berandai andai

Bagaimana jika kata “berandai andai” benar benar terlaksana

Hukum bisa menghukum siapapun yang layak dihukum

Undang undang tidak lagi dilecehkan

Adil jujur dan juga netral

lalu apa hubungannya dengan nyanyian?

Nyanyian tetaplah nyanyian

Lebih sering menjadi pengiring

Hanya pelengkap

Karna hujan tak lengkap tanpa nyanyian

Dan hukum tak seru bila tak dinyanyikan

Selasa, 09 Maret 2021

kosong

kosong tapi tidak kosong
seperti kita menatap langit
apa yang kau lihat?
awan? matahari? merkurius? pluto? atau galaksi bima sakti?
apakah hal itu tujuan
bukankah itu sebuah hiasan mata belaka, hiasan penglihatan
lalu apa sejatinya tujuan itu?
dekat kah? nun jauh disanakah? atau apa?
atau bahkan kita sendiri adalah tujuan itu
atau kita adalah tujuan makluk lain?
membingungkan? 
hidup tak akan asik jika tak membingungkan bukan?
kosong tapi tak kosong.